Di
Indonesia, kampanye internet sehat ini salah satunya disuarakan oleh
Information and Communication Technology (ICT) Watch. Ada juga
komunitas peduli yang membangun situs dengan nama internet sehat.
Komunitas internet sehat ini berisi kalangan yang peduli terhadap
"sehat"-nya penggunaan internet. Kampanye dari komunitas ini
bertujuan:
· Membantu
mengkampanyekan citra Internet sebagai media pendidikan dan hiburan
yang positif bagi institusi keluarga dan institusi pendidikan.
· Membantu
memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi orang tua dan
guru dalam menyikapi perkembangan Internet dan dampaknya.
· Membantu
mengupayakan peningkatan penetrasi Internet di Indonesia dari
pelanggan rumahan (keluarga) dan dari komunitas pendidikan secara aman
dan bertanggung-jawab (aman bagi anak dan murid dengan tanggung-jawab
orang-tua dan guru dalam memberikan pengawasan dan bimbingan).
Lantas,
bagaimana caranya agar penggunaan internet yang tergolong sehat? Ada
sejumlah daftar periksa (check list) yang bisa dijadikan referensi
para pengguna internet yaitu:
· Berhati-hatilah
menggunakan e-banking di tempat umum, semisal warnet. Mintalah
jaminan keamanan PC kepada petugas warnet tersebut.
· Tidak memberikan password apapun kepada siapapun di Internet.
· Jika
membuat situs pribadi atau melakukan chatting, janganlah memberikan
data pribadi (alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir, dll.).
· Buatlah
minimal 2 alamat e-mail. Satu untuk keperluan pribadi dan satu lagi
untuk keperluan berlangganan milis atau layanan Internet.
· Jangan buka file kiriman (attachment) dari seseorang yang tidak kita kenal benar. Langsung di delete saja
· Tetaplah ingat untuk memperpanjang sewa namadomain yang anda miliki.
· Peran orang-tua / guru dalam membimbing dan mengarahkan anak / murid tidak dapat digantikan dengan software apapun.
Seiring
makin massifnya akses internet dari berbagai jenis umur, pengawasan
serta edukasi tentang internet sehat ini bisa dimulai dari lingkaran
keluarga. Sejauh ini, anak-anak menjadi pihak yang paling rentan
terkena dampak negatif internet pada saat mereka menemukan situs-situs
yang tidak seharusnya mereka akses.
Untuk
itulah dibutuhkan perlakuan khusus di lingkaran keluarga agar dampak
negatif ini bisa diminimalisir. Caranya, gunakan internet bersama
dengan anggota keluarga yang lain, khususnya anak-anak. Tempatkan
komputer di ruang keluarga atau tempat yang mudah diawasi oleh orang
tua. Sambil meluangkan waktu bersama mereka, para orang tua bisa
mengajarkan penggunaan Internet yang aman dan bertanggung-jawab.
Pelajarilah teknologi dan fasilitas yang ditawarkan oleh Internet
secara bersama-sama dengan cara banyak bertanya kepada mereka.
Anak-anak
atau anggota keluarga lain yang belum paham dengan internet perlu
juga diingatkan untuk tidak merespon setiap e-mail ataupun private
chat dari orang lain yang tidak dikenal betul, termasuk tidak membuka
atau menjalankan file kiriman (attachment) dari e-mail ataupun
saat chatting. Ajarkan pula untuk tidak dengan mudah memberikan data
pribadi mereka atau keluarga kepada seseorang yang mereka kenal di
Internet.
Berikutnya,
anjurkanlah kepada anak-anak untuk segera meninggalkan situs-situs
yang membuat mereka tidak nyaman atau kurang pantas bagi mereka jika
secara kebetulan mereka temukan. Dengan cara yang bersahabat, mintalah
kepada mereka untuk menunjukkan atau menceritakan segala sesuatu yang
mereka temui di Internet. Di sini, orang tua harus meyakinkan kepada
anak-anak untuk tidak akan marah terhadap semua cerita mereka,
sehingga hal tersebut akan membantu dalam mengembangkan hubungan
keluarga, khususnya orang tua dengan anak, yang saling percaya dan
terbuka.
Tegaskan kepada anak-anak untuk tidak merencanakan pertemuan face-to-face dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui Internet. Jika memang mereka memaksa untuk bertemu, sebaiknya ditemani. Akan sangat bagus untuk mengenalkan situs-situs yang berisi education-entertaintment (edutaintment) atau search engine khusus anak-anak. Jika kita memiliki situs pribadi atau keluarga, jangan memasang foto diri ataupun foto anggota keluarga yang lain, khususnya anak-anak. Jangan sertakan pula informasi tentang alamat rumah, alamat sekolah, nomor telepon ataupun data pribadi lainnya.
Tegaskan kepada anak-anak untuk tidak merencanakan pertemuan face-to-face dengan seseorang yang baru dikenalnya melalui Internet. Jika memang mereka memaksa untuk bertemu, sebaiknya ditemani. Akan sangat bagus untuk mengenalkan situs-situs yang berisi education-entertaintment (edutaintment) atau search engine khusus anak-anak. Jika kita memiliki situs pribadi atau keluarga, jangan memasang foto diri ataupun foto anggota keluarga yang lain, khususnya anak-anak. Jangan sertakan pula informasi tentang alamat rumah, alamat sekolah, nomor telepon ataupun data pribadi lainnya.
Jika
dirasa perlu, berikanlah pra-syarat tertentu untuk menggunakan
internet. Misalnya, anak-anak baru boleh menggunakan Internet apabila
telah mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas sekolah. Tidak ada
salahnya pula menetapkan jam berapa anak-anak boleh menggunakan
internet dan memberikan pembatasan lamanya menggunakan Internet
tersebut. Hal tersebut selain dapat melatih kedisplinan terhadap
waktu, juga dapat untuk menghindari melonjaknya tagihan rekening
telepon bulanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar